Ambulans Mogok di Tengah Jalan, Nyawa Pasien Melayang” — Dugaan Kelalaian RSUD Indrasari Disorot ‎


INHU, Kabarmonitor.com-  Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang pasien rujukan yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kematian tersebut kini memicu sorotan serius, menyusul dugaan kelalaian dalam kesiapan ambulans milik RSUD Indrasari Rengat.

‎Berdasarkan penelusuran informasi, pasien dalam kondisi kritis dirujuk dari RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan penanganan lanjutan di Pekanbaru. Proses rujukan dilakukan menggunakan ambulans rumah sakit.

‎Namun di tengah perjalanan, tepatnya di wilayah Kulim, ambulans yang membawa pasien tiba-tiba mengalami kerusakan. Perjalanan pun terhenti dalam situasi genting, saat kondisi pasien disebut-sebut sudah berada di titik krusial antara hidup dan mati.

‎Alih-alih segera mendapatkan penanganan lanjutan, pasien justru harus menunggu kedatangan ambulans pengganti dari RSUD Arifin Achmad. Waktu terus berjalan, kondisi semakin memburuk, dan harapan perlahan memudar.

‎Diduga kuat, lamanya waktu tunggu serta tidak optimalnya kesiapan armada darurat menjadi faktor yang memperparah situasi hingga akhirnya nyawa pasien tidak dapat diselamatkan.

‎Peristiwa ini memantik pertanyaan serius:

‎Apakah ambulans yang digunakan telah melalui uji kelayakan?

‎Mengapa tidak ada skema darurat cadangan untuk kondisi kritis?

‎Siapa yang harus bertanggung jawab atas terhentinya layanan di momen paling vital?

‎Hingga saat ini, pihak RSUD Indrasari Rengat maupun RSUD Arifin Achmad Pekanbaru belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

‎Keluarga korban menuntut kejelasan dan transparansi atas peristiwa ini. Sementara itu, publik berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan dan kesiapan fasilitas darurat, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.(*)

Tim Kabarmonitor.com 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak