Pelayanan RSUD Indrasari Sangat Prihatin

 


Pematang Reba, Kabarmonitor.com- Rumah sakit umum Daerah Indra sari bukan karna kurang luasnya dan megahnya bangunan, tapi pelayan terhadap pasien yang berobat sangat "buruk"pasien harus bulak balek karna tidak lengkapnya syarat Administrasi.


Seperti yang baru aja kejadian seorang pasien rujukan dari klinik medisra mengalami sesak nafas dan batuk ibu SE berprofesi sebagai tenaga pendidik di sebuah sekolah negeri yang ada di kec.rengat Inhu Riau.


Pada jam 7:30 SE sudah berada di RS umum Daerah Indra sari di dampingi oleh suami JN yang bertugas di sebuah lembaga pemantau keuangan Negara PKN RI.


Tahab awal melakukan pendaftaran ke bagian pendaftaran kemudian lanjut ke pendaftaran selanjutnya yaitu bagian klinik Paru dengan petugas bagian,beranjak ke bagian ruangan praktek bagian paru,setelah selesai administrasi duduk di ruang tunggu sebagai pasien.


Jam 8:35 Pasien melakukan cek tensi, sambil menunggu dokter suami pasien JN bertanya kepada petugas:jam berapa biasanya dokter ada? Petugas menjawab:tergantung kondisi di depan,jika di depan sudah selesai baru dokter kesini jawab petugas.


Jam 10:07 dokter masuk ke ruang praktek dan petugas memanggil pasien yang lebih dulu mendaftar sekitar 4orang pasien sebelum nomor antrian yang di pegang oleh SE.


berselang lama pasien yang bernama SE di panggil untuk masuk keruang dokter proses pemeriksaan,dan keluar membawa 2pucuk surat sebuah resep dokter untuk pengambilan obat ke bagian Apoteker surat yang satu lagi untuk ke laboratorium.


Sampai di Apoteker pasien dalam proses pengambilan obat,petugas apoteker:reseb obat yg ibu bawa ini tidak ada silakan ibu kembali ke dokter agar resep nya di ganti tutur petugas.

Pasien memberikan lembaran kertas tersebut ke pada suami SE:tunggu sebentar,saya mau ke Labor!

Berselang kemudian SE kembali menjumpai suami dan berkata: di suruh ke dokter pagian paru lagi,karna kata orang laboratorium suratnya tidak rekomendasi dari dokter.


Dengan keadaan semakin sesak SE beserta suami JN menuju ke ruangan dokter poli paru.


Karna tidak tahan lagi SE berhenti sejenak,dan suami berkata: tunggu saja di sini biar saya yang kesana!

Suami sampai di ruangan dokter paru berjarak sekitar 150 m dan langsung menemui dokter,JN:kata orang laboratorium,meminta surat rekomendasi dari dokter Surat ini tidak lengkap dan juga reseb yang ada di lembaran ini juga tidak ada..lalu petugas mempersilahkan JN untuk duduk dulu..dan petugas masuk keruangan dokter karna menurut JN agak lama lalu langsung bertanya kepada dokter: bagaimana buk? Sabar ya pak sebentar kami telpon orang laboratorium nya,biasanya memang ada khusus untuk membuat surat rekomendasi,namun beliu lagi tidak masuk.tutur jawab petugas.


Berselang lama juga tidak ada kabar,jn masuk keruangan dokter yg lagi menelpon,bertanya bagaimana buk? Sebentar ya pak tutur dokter.karna mengingat kondisi SE keliatan semakin parah..Jn bagaimana ini kok seperti ini pelayan di bagian poli ini? Bagai mana pak? tutur dokter. 


JN,ibuk memberikan resep tapi obatnya tidak ada,dan ibuk menyuruh pasien ke laboratorium rekomendasi tidak ada, sehingga pihak Labor menolak pasien.

JN, kalau begini pelayanan rumah Sakin ini akan saya laporkan ke bupati tegas JN.


SILAKAN!SAYA TIDAK TAKUT! TEGAS DOKTER DENGAN NADA KERAS.pada waktu itu juga JN menelpon bupati Inhu dan menceritakan apa yang terjadi terkait pelayanan yang di alami.bupati Inhu langsung gercep:akan kami lakukan sidak saat ini juga,tegas Ade Agus Haryanto.


karna sudah ada ketegangan antara Sumi pasien dengan dokter,kami memutuskan untuk pulang saja dan membawa obat yg di ambil dari apoteker.

Tim Redaksi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak